Header Ads

Review Artikel Perkembangan Morfologi Kota Menggala

Menurut Prof. Drs. R. Bintarto, kota adalah suatu sistem jaringan kehidupan manusia dengan kepadatan penduduk yang tinggi, strata sosial ekonomi yang heterogen, dan corak kehidupan yang materialistik. Morfologi kota merupakan perubahan spasial kota dari perode tahun ke tahun yang tidak hanya mencakup tampilan fisik dan visual saja, namun juga melibatkan unsur-unsur nonfisik yang turut mempengaruhi proses perubahan kota. Dengan mengetahui morfologis suatu kota dapat diperoleh gambaran bentuk secara fisik arsitektural yang berkaitan dengan sejarah pembentukan kawasan tersebut sebagai artefak dan dapat mengungkapkan budaya dari masyarakat penghuninya. Perkembangan suatu kota tidak berlangsung secara spontan, tetapi mengalami proses yang panjang dan dipengaruhi oleh perilaku penghuninya, contohnya saja Kota Menggala.

Menggala merupakan satu-satunya kota yang berada di tepian Way Tulang Bawang, Lampung. Pemukiman berada di tepi sungai sebelah selatan dan timur. Secara geografis berada pada posisi 4°27’ - 4°29’ LS dan 105°13’ - 105°16’ BT. Dari sisi historis peranan kota ini dalam berbagai jaringan hubungan baik regional maupun nasional sudah berlangsung sejak zaman Sriwijaya hingga Banten. Elemen penyusun kota, yaitu manusia, ruang kehidupan, dan memori-memori ataupun teknologi pendukung adalah elemen yang sifatnya selalu berkembang, demikian halnya Kota Menggala yang selalu berkembang dari tahun ke tahun hingga saat ini.

Keberadaan Kota Menggala berawal dari abad ke-19. Saat itu Lampung menjadi daerah protektorat, yaitu bawahan Kerajaan Banten. Akan tetapi, sejak 1948 saat Kerajaan Banten dikuasai Belanda, pemerintahan Menggala pun diatur dengan cara-cara Belanda. Jadi otoritas Lampung menjadi jajahan Belanda. Kota Menggala awalnya memiliki rumah panggung dengan ketinggian tertentu guna menghindari gangguan binatang dan banjir. Sejak sekitar 1920-an mulai ada bangunan rumah menggunakan semen, tapi sebelum itu masih panggung. Selain itu, terdapat juga bandar kecil yang disebut Tangga Raja yang digunakan untuk perdagangan lada pada zaman itu. Bentuk Kota Menggala menurut motivasi, tergolong practical model yaitu kota dagang (company town). Hal ini karena sedari dulu Kota Menggala sebai pusat perdagangan lada, selain itu k
ota ini menjadi bandar penting yang menghubungkan Lampung dengan Jawa dan Singapura. Barang komoditas yang semula hanya lada berkembang ke karet, kopi, serta hasil hutan seperti damar dan rotan.

Sekitar tahun 1942, Kota Menggala mulai ramai penduduk. Pemukiman berada pada sisi selatan Way Tulang Bawang. Jalan-jalan utama dibuat sejajar dengan aliran Way Tulang Bawang. Antara jalan utama satu dengan lainnya dihubungkan oleh beberapa ruas jalan, sehingga membentuk suatu jaringan yang saling berpotongan secara tegak lurus. Gedung-gedung instansi dan sarana umum sudah mulai lengkap, misalnya
kantor polisi, kantor pos, gedung perwatin, rumah sakit, sekolah, Masjid Agung, dan pasar. Bahkan gedung perwatin sekarang dialihfungsikan menjadi kantor Bappeda (Badan Perencanaan Pembangunan Daerah). Di sebelah utara Masjid Agung berjarak sekitar 1 km terdapat sederetan rumah tinggal yang juga difungsikan sebagai toko. Seiring dengan bergilirnya waktu, Kota Menggala semakin berkembang dengan dibangunnya hotel, wartel, rumah makan, terminal, taman makam pahlawan sampai dengan Universitas yang didirikan pada tahun 2006, yaitu Universitas Megow Pak.
Masjid Agung Kota Menggala
Alasan yang mendasari terbentuknya Kota Menggala yaitu menurut economic theory, yakni Kota berada di tempat strategis (jalur perdagangan dan pelayaran) sehingga orang-orang akan singgah di kota tersebut dan melakukan perniagaan. Hal ini juga yang menjadi alasan mendasar Kota Menggala mengalami perkembangan morfologi kota. Peranan jalur transportasi darat berupa jalan raya yang memanjang sejajar dengan aliran sungai, sangat dominan dalam mempengaruhi perkembangan kota. Selain itu, peranan transportasi laut dengan adanya bandar kecil yang disebut Tangga Raja di Kota Menggala yang digunakan untuk perdagangan lada sejak zaman Belanda cukup mempengaruhi berkembangnya kota ini. Prasarana transportasi dan berbagai fasilitas umum dibangun secara bertahap dalam memenuhi kebutuhan.

P
erkembangan kota Menggala mengalami pergeseran ke arah selatan. Berdasarkan sumber, beberapa bangunan lama sebagian besar masih kokoh berdiri menyiratkan kejayaan masa lalu. Kota Menggala masih memperlihatkan bekas kota dagang yang signifikan pada zamannya. Kota Menggala sekarang ini berada pada masa dominasi mobil antarkota, yakni perkembangan penggunaan mobil maju dengan pesatnya. Sehingga terjadi perluasan transportasi darat ke daerah-daerah sekitar Kota Menggala yang membuat pemukiman transmigran di sekitar Menggala, kini berkembang menuju kota Menggala.
Tugu Kota Menggala
Untuk terus meningkatkan pembangunan di Kota Menggala, sebaiknya berbagai upaya harus dilakukan, seperti perawatan jalan-jalan kota, pemasangan lampu jalan, pembuatan taman kota, menjaga kebersihan kota dan lain-lain, yang diharapkan dapat memperindah Kota Menggala agar dapat menampakkan ciri khasnya sebagai kota dagang.

sumber artikel: arkeologi lampung (2009)
sumber lainnya: visit lampung (2009), institut lampung gologi (2009), radar lampung (2010)

Tidak ada komentar:

Diberdayakan oleh Blogger.